May 2, 2014 0 comments

Hari Ini, 2 Tahun yang Lalu

Malam hampir menunjukkan pukul 8. Aku dan ribuan orang lainnya yang memenuhi lapangan ini tidak memperdulikan hujan rintik-rintik yang mulai turun. Tapi malam ini tidak dingin. Membara.

Orang-orang semakin berdesakan. Hati semakin berdegup kencang. Di hadapan kami berdiri kokoh sebuah panggung besar. Panggung yang belum bernyawa, masih gelap gulita. Namun kami tahu sebentar lagi ada harapan yang akan menampakkan wujudnya di sana.

Nafas tertahan.
Saat yang ditunggu-tunggu pun datang.

Kupu-kupu digital menghidupkan layar besar di tengah panggung. Kupu-kupu ini menjelajah beberapa kota dan mengakhiri perjalanannya di telapak tangan seorang lelaki berparas indah. Lelaki ini tersadar, perlahan mengepalkan dan mengangkat tangan kanannya ke udara. Dan dalam sekejap melayangkan tinjunya dan memecahkan layar berkeping-keping.

Alunan piano terdengar lembut. Dihantam teriakan yang sudah tak tertahan.

望み亡くしたような湿った空へと
胸の奥に秘めた誓いを浮かべた
I let the vow hidden in my heart float up
To the damp sky, which looked as if it had lost hope

"Ibara no Namida"

Lelaki dalam layar itu muncul di atas panggung dalam wujud nyata. Berpendar menyilaukan dibawah sorotan cahaya lampu. Apa ini tipuan? Sosok yang selama ini hanya ada dalam kepingan CD, dalam layar-layar komputer dan televisi, hari ini bernyanyi di hadapanku. Bukan bayangan yang terbentuk dan lahir dari imajinasiku yang akhirnya memutuskan untuk keluar dan berdiri di sana.
Dia hidup. Dia ada. Dia nyata.

Moment of truth.

Sebuah penantian panjang.
Sebuah mimpi.
Mimpi yang menjadi kenyataan.










Oct 20, 2013 0 comments

Rainy Sunday Afternoon

Rainy sunday afternoon. Seharusnya bisa jadi hari yang sempurna. Aku bisa saja minum coklat panas sambil baca buku yang baru saja kubeli tadi pagi menjelang siang sambil ngemil. Atau melakukan sesuatu yang lebih sederhana dan menyenangkan, tidur siang.

Tapi yang kulakukan sekarang bukan membaca, atau minum, atau ngemil, atau tidur siang. I work.

Ada tugas kantor yang harus kuselesaikan. Besok ada pembahasan anggaran dengan tim anggaran. Ada beberapa dokumen yang harus diserahkan ke tim, dan sebenarnya semua dokumen sudah selesai kusiapkan jumat kemarin. Beres.

Yang kukerjakan sekarang adalah bahan pegangan untuk si bos. Narasi. Aku harus membuat perbandingan anggaran tahun ini dan tahun lalu dan membuat penjelasan mengapa anggaran tahun ini berkurang atau bertambah dari tahun lalu. Misalnya biaya operasional listrik. Kalau tahun ini anggaran listrik lebih rendah dari tahun lalu, apa alasannya? Sedangkan tarif listrik terus meningkat. Apakah kami sudah menemukan metode baru untuk mengefisiensikan penggunaan listrik? Atau kami tahun depan akan memanfaatkan tenaga surya? Kalau anggarannya bertambah, apa alasannya? Apakah ada penambahan alat elektronik? Apakah ada penambahan daya listrik? Apakah untuk mengantisipasi tarif listrik yang jelas tidak pernah turun? Hal-hal seperti ini yang harus aku uraikan. Sounds simple? Ini baru listrik, belum lagi air, telepon, ATK, biaya perjalanan kantor, daaaaan lain sebagainya dengan total 42 kegiatan yang harus diuraikan rinciannya.

Whose job is this? Mine? This is not my jobdesk. Tugasku yang sebenarnya cuma menghimpun semua rincian anggaran berikut penjelasan kenapa begini kenapa begitu dari si empu-nya kegiatan/proyek. But it always ends up like this. They don't care. They never do. Cuma segelintir orang yang peduli. Setiap kali ada kabar rapat pembahasan, sepertinya cuma aku yang sport jantung. Was-was mengenai hari H-nya. Repot nyiapin ini itu-nya.

But I do it anyway.
Why?
Because I love my boss. I don't want to disappoint him. I want him to be well-prepared on D-day.

Well, mungkin bukan itu alasannya.
Mungkin karena aku ingin segala sesuatunya sempurna. Perfect. Jadi ketika ada yang minta ini itu, aku bisa bilang "I've done it". "Beres". This is about pride. Harga diri, bung! Halah.

Mmm.. mungkin bukan itu juga alasannya.
I'm not a perfectionist in general. Mungkin aku melakukan ini untuk bisa bebas dari rasa bersalah. Setidaknya besok aku bisa bilang "At least I did it", terlepas dari apa yang kubuat ini benar atau salah, memuaskan atau tidak.

Gak terasa hujannya sudah berhenti. Sebaiknya aku segera mulai bekerja.

WHAAATTT??? Udah jam 3??
Sh*t. What the hell am I doing? I'd better get back to work now or I'll end up doing nothing at all!
Oct 18, 2013 0 comments

VAMPS are Coming to Town!!

 


Yup! Yup! Yup!
That's right. Vamps will perform in Hyperwave festival in Jakarta on November 29th, 2013.

Actually, judging by how impressed Hyde was with Indonesian audiences when L'Arc-en-Ciel held a concert on May 2nd last year, I've already guessed that he will be back, soon, as Vamps, in Indonesia. I still hope L'arc-en-Ciel will come back again here when they decide to do another world tour.

And here comes the BIG news!
 

There will be a Meet n Greet with Vamps for 20 lucky VIP ticket holders!
YAAAYY!! This is a one-in-a-million chance! Where else can you get to meet the oh-so-awesome HYDE-sama?!

Despite the fact that I don't quite like the concept of Vamps, and that I only like 2 or 3 songs of each album, I really really really really reeeeaaaaly want to watch this concert. I'm quite confident that I will get that chance to meet him.

But..
But...
But....
This is the problem.
With whom will I watch this concert? I don't have concert buddies.
Well, last year when I watched L'Arc-en-Ciel, I planned to watch it with my friend Tina. But a few days before D-Day she said she couldn't. I was lucky enough because my other friend, Nur, was really nice to spare her time to come with me.

But this time, Tina is highly unlikely able to accompany me. Because she's married. Just married. And by the time the concert is held, Nur will also have been married. And I don't think the husbands will give them permission to watch quite a hard rock show at night.

That's how lonely I am. *sigh*

At times like this, I really wish Hyde was my husband, so I wouldn't have any trouble seeing him.
Alright. Stop here. Imagination gone wild.

So I guess this time I have to let this (very rare) chance pass me by.
Oct 16, 2013 1 comments

My Bestfriend's Wedding

Bulan Juli lalu aku dapat kabar mengejutkan dari salah seorang teman baikku, Tina. Via whatsapp Tina bilang kalau dia akan menikah. Terus terang aku kaget. Apa? Tina? Menikah? Unbelievable.. Bukannya gak mungkin kalo dia nikah. Masalahnya setelah menghabiskan waktu kurang lebih 4,5 tahun hidup bersama (halah.. kuliah and ngekos bareng maksudnya), dengan semua tingkah-tingkah konyol dan kacau yang dilakukan sama-sama, rasanya gak percaya aja kalau dia mau nikah. It's been 3 years but it feels like only yesterday we graduated from our college. And suddenly she said she was getting married. Was she kidding me?? Well, of course she wasn't. Who's crazy enough to joke about marriage? Gak percaya rasanya, aku sampe nanya di whatsapp "Lu seriusan mau nikah?"

Dan seakan 1 kabar itu tak cukup untuk membuatku terkaget-kaget, 2 bulan kemudian datang kabar dari Nur, teman baikku yang lain.
"I'm getting married.."

WHAAAAATTTT???
You too?
*shocked*

Akhirnya ditetapkan tanggal 7 Oktober 2013 yang menjadi hari baik buat Tina dan kekasihnya. Aku juga sudah merencanakan untuk hadir di pernikahannya. Tiket pesawat sudah dipesan. Perginya hari Minggu pagi tanggal 6 Oktober dan pulang hari Selasa siang tanggal 8 Oktober. Tiba-tiba hari Jumat siang aku dapat kabar bahwa aku harus menjalani pengambilan sumpah hari Senin tanggal 7 Oktober pukul 8 pagi. Dueeenggg!! Gagal lah rencana pergi hari Minggu. Akhirnya tiket pergi hari itu dibatalkan dan diundur ke hari Senin 7 Oktober pukul 14.30. Itu artinya, I missed the whole wedding ceremony.

Aku baru tiba di Jakarta Pusat magrib tanggal 7 Oktober, dan setelah dijemput oleh Nur (dan pacarnya, eh, maksudnya calon suaminya), kami (aku dan Nur doang sih, pacarnya langsung pulang) langsung meluncur ke rumah Tina. The party was over, as expected. Dan pengantinnya sudah ganti baju.

Itulah pertama kalinya aku bertemu lagi dengan Tina setelah lulus kuliah 3 tahun lalu. Gak banyak perubahan. Yang berubah hanyalah, 3 years ago she was she. A single girl. And now, she's someone's wife. Aku juga akhirnya bertemu dengan the man of the day, Albas. After meeting him, I got the impression that he's a good man.

Yang aneh adalah ketika aku duduk didepan Tina dan suaminya (ok, this is weird. Husband?), aku masih gak percaya kalo mereka sudah menikah. Sekarang pun saat membuat tulisan ini aku masih belum percaya. Unbelieveable..

Anyhow, I'm happy for both of them. Congratulations!
Mar 5, 2013 0 comments

I Miss You...

I miss hearing your voice
I miss hearing your footsteps
I miss the way you look at me
I miss how my heart skips a beat everytime our eyes meet

I miss you every minute of everyday
Jan 29, 2013 0 comments

Happy Birthday HYDE!

How time flies!
It's Hyde's Birthday again!

Looks like I have nothing to post here except about Hyde's birthday. It's the third post about his birthday. And there's hardly any posts on other topics. Well, never mind..

Anyway, Hyde is 44 years 'young' today.
I want to thank him for coming to Indonesia last year. It was a dream came true for me. I do hope he'll visit Indonesia again. いつかまた逢える.

お誕生日おめでとう hydeさん
I wish you every happiness..
Keep being awesome and forever young!





Aug 22, 2012 0 comments

Giving Up

There are days when everything seems so hard that you feel like giving up
 
;