Oct 16, 2013

My Bestfriend's Wedding

Bulan Juli lalu aku dapat kabar mengejutkan dari salah seorang teman baikku, Tina. Via whatsapp Tina bilang kalau dia akan menikah. Terus terang aku kaget. Apa? Tina? Menikah? Unbelievable.. Bukannya gak mungkin kalo dia nikah. Masalahnya setelah menghabiskan waktu kurang lebih 4,5 tahun hidup bersama (halah.. kuliah and ngekos bareng maksudnya), dengan semua tingkah-tingkah konyol dan kacau yang dilakukan sama-sama, rasanya gak percaya aja kalau dia mau nikah. It's been 3 years but it feels like only yesterday we graduated from our college. And suddenly she said she was getting married. Was she kidding me?? Well, of course she wasn't. Who's crazy enough to joke about marriage? Gak percaya rasanya, aku sampe nanya di whatsapp "Lu seriusan mau nikah?"

Dan seakan 1 kabar itu tak cukup untuk membuatku terkaget-kaget, 2 bulan kemudian datang kabar dari Nur, teman baikku yang lain.
"I'm getting married.."

WHAAAAATTTT???
You too?
*shocked*

Akhirnya ditetapkan tanggal 7 Oktober 2013 yang menjadi hari baik buat Tina dan kekasihnya. Aku juga sudah merencanakan untuk hadir di pernikahannya. Tiket pesawat sudah dipesan. Perginya hari Minggu pagi tanggal 6 Oktober dan pulang hari Selasa siang tanggal 8 Oktober. Tiba-tiba hari Jumat siang aku dapat kabar bahwa aku harus menjalani pengambilan sumpah hari Senin tanggal 7 Oktober pukul 8 pagi. Dueeenggg!! Gagal lah rencana pergi hari Minggu. Akhirnya tiket pergi hari itu dibatalkan dan diundur ke hari Senin 7 Oktober pukul 14.30. Itu artinya, I missed the whole wedding ceremony.

Aku baru tiba di Jakarta Pusat magrib tanggal 7 Oktober, dan setelah dijemput oleh Nur (dan pacarnya, eh, maksudnya calon suaminya), kami (aku dan Nur doang sih, pacarnya langsung pulang) langsung meluncur ke rumah Tina. The party was over, as expected. Dan pengantinnya sudah ganti baju.

Itulah pertama kalinya aku bertemu lagi dengan Tina setelah lulus kuliah 3 tahun lalu. Gak banyak perubahan. Yang berubah hanyalah, 3 years ago she was she. A single girl. And now, she's someone's wife. Aku juga akhirnya bertemu dengan the man of the day, Albas. After meeting him, I got the impression that he's a good man.

Yang aneh adalah ketika aku duduk didepan Tina dan suaminya (ok, this is weird. Husband?), aku masih gak percaya kalo mereka sudah menikah. Sekarang pun saat membuat tulisan ini aku masih belum percaya. Unbelieveable..

Anyhow, I'm happy for both of them. Congratulations!

1 comment:

Herthina Ningsih said...

Entah kenapa tiba-tiba pengen mampir ke Blog-mu and I happened to find this post!
And.. I was so touched of reading this. *cries a river*
I'm sure till now you still don't believe that I have married and being a mom of one child :D

Semangat Jot. There's someone out there who deserves your love, maybe you have known him and maybe you're not.
Tapi Tuhan selalu punya cara mempertemukan masing-masing manusia dengan pasangannya :)

You surely know really well that sometime ago, I was in the dark period of heartbreak and I never thought I could wake up again (lebay). But God answered my pray and sent me someone who deserved me much much more than that man.

Everyone has their own stories, and so have you.
Cheer up and ignore those people who love to ask you about marriage (when, when, and when). Because these kind of questions will never stop until we die.

One thing, I'm so grateful, even till now, ever have a best friend like you. Ever and (hopefully) after (udah kayak wedding wishes aja, wkwkwk).



Post a Comment

 
;